Saturday, March 19, 2011

9 Mitos Pria

Entah Anda sudah menikah bertahun-tahun, sedang berpacaran atau sedang mencari pacar, Anda harus memahami pria dengan lebih balk. Caranya adalah dengan mengetahui mereka lewat mitos tentang pria yang mungkin pernah Anda dengar.

Wanita memang terkenal dengan kekuatan intuisinya. Walaupun begitu, untuk urusan memahami pria intuisi tersebut seringkali tak tepat. Tak peduli seberapa besarnya usaha Anda untuk mengenal lebih dalam isi hati dan pikiran pria, pasti ada saja pemahaman tentang pria yang salah kaprah. Hal ini cukup menarik karena pada dasarnya banyak pendapat yang menyatakan bahwa pria – tak seperti wanita yang lebih kompleks – adalah mahluk yang sangat mudah ditebak.

Untuk mengetahui apa saja anggapan-anggapan yang salah tentang pria, Susan Hayden, seorang kolumnis yang berkecimpung dalam bidang hubungan pria-wanita mendaftar beberapa anggapan tentang pria yang seringkali dimiliki wanita dan mengonfrontasikannya dengan pria untuk mengetahui apakah para pria setuju dengan anggapan mengenai diri mereka.

Inilah sembilan anggapan yang paling banyak dibantah oleh para pria:

1. Kata siapa pria tak merasa tertarik dengan apa yang dikatakan wanita?

Pria cukup bisa digugah perhatiannya bila diajak bicara oleh wanita. Hanya saja, isi pembicaraannya tentang apa dulu. “Pria pada umumnya menganggap pembicaraan lawan jenisnya menarik jika menyangkut salah satu topik berikut: olahraga kesukaannya atau aktivitas kesukaannya,” papar Hayden. Pria umumnya tak tertarik bila wanita berbicara tentang hal-hal yang mereka anggap remeh seperti kosmetik, gosip artis, dan sebagainya. Jadi, kalau Anda ingin bisa menarik perhatian pria, bicarakan hal-hal tersebut.

2. Pria menginginkan wanita yang mirip dengan ibunya.

Pria pada dasarnya menginginkan wanita yang dapat memberikan cinta seperti seorang ibu: tulus dan tak bersyarat. Tetapi, pria tak membutuhkan sikap “keibuan” yang lain, seperti suka mengatur, terlalu menuntut, dan sebagainya. “Yang dibutuhkan pria adalah perhatian dan kasih sayang, bukan sikap yang bisa ia persepsikan sebagai mengganggu atau terlalu mengatur,” kata Hayden. Jadi, Anda boleh menghadiahkan pasangan Anda makanan favoritnya yang diolah persis dengan buatan ibunya, tetapi jangan lantas menyuruh ia makan banyak-banyak atau datang tepat waktu untuk makan malam.

3. Pria hanya memikirkan seks.

Pria pada umumnya memang sering memikirkan seks, tetapi tentu tidak sepanjang waktu. “Wanita ada juga yang lebih banyak memikirkan dibandingkan pria,” kata Hayden. Ada juga anggapan yang menyatakan jika seorang pria melakukan rnemperlakukan seorang wanita dengan amat istimewa, di baliknya tersembunyi ,hasrat yang berbau seksual terhadap Nanita tersebut. “Anggapan tersebut tidak benar dan merupakan stigma terhadap pria yang asalnya dari anggapan bahwa pria, memiliki pikiran yang menjurus ke arah seks,” kata Hayden lagi. Walau begitu, tak dapat dipungkiri bahwa pria memang lebih cenderung tertarik membicarakan hal-hal yang berkonotasi seksual (lelucon berbau porno, misalnya) dibanding wanita.

4. Jika pria memanjakan wanita berarti ia memiliki banyak uang.

Salah besar. Banyak pria yang cenderung ingin memberikan kesan yang wah kepada wanita walau sebenarnya kondisi kantong mereka pas-pasan. Ini ada hubungannya dengan “pembagian peran” tradisional pria dan wanita di mana pria merupakan “pemberi” nafkah. “Banyak pria yang terjebak dengan pikiran jika mereka ingin memberikan kesan yang baik kepada lawan jenisnya maka ia harus bersikap royal untuk menunjukkan bahwa mereka mampu memberikan materi yang kelak akan dibutuhkan jika mereka berumah tangga,” papar Hayden. Anda akan segera mengetahui isi kantong mereka yang sesungguhnya jika masa pendekatan sudah berakhir. Ketika sudah pacaran atau berumah tangga, pola pengeluaran mereka akan kembali ke tingkat normal. Jadi, jangan terus menerus mengharapkan hadiah istimewa berharga mahal begitu Anda sudah menikah.

5. Jika Anda menerima ajakan kencannya sementara Anda berdua baru kenal, ia akan menganggap Anda gampangan.

Hal tersebut tak selamanya benar. Bagaimana ia akan memperlakukan Anda atau bagaimana tanggapannya terhadap Anda sangat tergantung pada sikap Anda dalam jangka panjang. “Para pria pada dasarnya tak suka jika ia merasa ditolak. Jadi, ia akan sangat senang jika Anda langsung menerima ajakan kencannya,” kata Hayden. Mitos yang satu ini merupakan salah satu penyebab wanita menolak ajakan kencan pria yang baru dikenalnya, walaupun dalam hati sebenarnya mereka juga menyukai pria tersebut. Jadi, jika memang menyukai pria yang mendekati Anda, kenapa tak terus terang mengatakan Anda mau?

6. Kebiasaan dan perilaku buruk pria bisa Anda ubah.

Sama sekali tidak, kecuali jika pria tersebut memang memutuskan sendiri untuk berubah. Tetapi, jangan berpikir bila Anda bisa menundukkan hatinya maka Anda bisa menundukkan kebiasaan dan perilaku buruknya yang menyebalkan. Keduanya adalah hal yang amat berbeda. “Anda memang bisa menyuruh pria Anda melakukan ini-itu atau melarang ia melakukan ini-itu. Tetapi, hal tersebut biasanya hanya terjadi jika Anda baru saja pacaran atau baru saja menikah. Dan, selama kesadaran tersebut tak datang dari dirinya sendiri, perubahan perilaku atau kebiasaan buruk tersebut hanya akan berlangsung sementara,” kata Hayden. Satu hal lagi: secara konstan berusaha untuk membuat pria mengubah perilaku buruknya bisa membuat pasangan Anda menganggap bahwa Anda sudah lebih berperan sebagai ibunya daripada sebagai pasangan, dan ia tak akan menyukai hal tersebut.

7. Pria tertarik dengan “sejarah” kencan pasangannya.

Pada umumnya pria tak akan menaruh perhatian terhadap hubungan asmara Anda di masa lalu, selama ia tidak mengetahui hal tersebut. Pria pada umumnya juga tak akan berusaha mengorek keterangan kehidupan asmara Anda di masa lalu. “Pria sebenarnya tak peduli benar apakah Anda sudah pernah pacaran 20 kali atau lebih, misalnya, selama Anda tak menceritakan hal tersebut kepadanya dan tak mengungkit-ungkit hal tersebut dalam situasi terburuk sekalipun,” kata Hayden. Jadi, jangan mulai membanding-bandingkan dia dengan pacar Anda yang dulu jika sedang bertengkar, misalnya, kalau tak ingin ia menjadi super-ingin-tahu tentang masa lalu Anda.

8. Pria tak menyukai wanit “agresif”.

Jika Anda menyukai seorang pria dan ia tampaknya juga menaruh hati kepada Anda, jangan terus menunggu ia akan menyatakan cintanya kepada Anda. Mengapa bukan Anda duluan yang menyatakan perasaan kepada orang yang Anda sukai? “Stereotip yang umum adalah pria tak menyukai wanita yang berperilaku agresif. Padahal, kebanyakan pria akan merasa tersanjung jika ia tahu ada wanita yang menyukai dirinya dan mau berepot-repot mengatakannya terus terang,” kata Hayden. Namun, hati-hati juga karena banyak pria yang juga terjebak dengan stereotip ini. Artinya, walau mereka pada dasarnya senang jika ada wanita yang “menembaknya” mungkin saja ia akan mundur karena merasa bahwa apa yang Anda lakukan tak pada tempatnya. Jadi, lihat-lihat dulu situasi dan kondisinya sebelum Anda menjadi orang yang pertama mengungkapkan perasaan Anda yang paling dalam.

9. Pria lebih kuat dibanding wanita.

Salah besar, paling tidak untuk urusan menahan rasa sakit. “Mungkin karena itulah ‘tugas’ mengandung, melahirkan anak, dan bahkan menstruasi dipercayakan kepada wanita, karena pria pada dasarnya tak dapat menahan rasa sakit,” papar Hayden. Penelitian juga membuktikan hal tersebut. Pria yang terkena flu, misalnya,cenderung lebih rewel dan lebih manja dibanding wanita. Kalaupun ada pria yang tampak tabah-tabah saja ketika ia terluka, misalnya, hal tersebut merupakan sikap yang berakar dari stereotip bahwa pria lebih kuat menahan rasa sakit dan “norma” umum pria yang jantan tak pernah

No comments:

Post a Comment